Seperti biasanya di hari senin malam, selepas kerja seharian dari jam 7.30 sampai 17.00, kegiatan hari itu berlanjut ke lapangan futsal. Main saduk-sadukan ra karuan, blayon saksuwine 2 jam, trus ada rejeki nomplok datang. Musim Traktiran telah tiba.Capeknya langsung ilang, begitu dikomando, makan malam sakrombongan. Nasi goreng, mie goreng, dibayari sing lagi ultah, Bos Kur. Ngombene, mbayar dhewe.
Jam 20.00, berangkat untuk menuju ke rumah. Saatnya kumpul bersama Rara dan ibunya, semoga diberkati Alloh SWT. Bergerak dengan angkot 16 dari Stasiun Kalibata menuju Pasar Minggu. Lha di sinilah berita sialnya dimulai. Sopir angkot yang kutumpangi ditinju ama seseorang berbaju loreng, khas TNI. hahaha. Tanya Kenapa? abisnya si angkot nyelenong aja ke tepian kiri jalan untuk menurunkan penumpang, yang sebenarnya juga baru naik. Tampaknya raut muka si "TNI" manyun murung. Pas angkt masih berhenti untuk mengurusi pembayaran penumpang, si "TNI" menghampiri sambil masih berada di atas motor bebek merahnya. Ceprok! Si "TNI" meninju kepala belakang si sopir. Hahaha... kenapa tertawa?

